Cara Reyen Motor buat Bikers Baru

Cara reyen sepeda motor baru, tentu akan di reyen dahulu dan memang anjuran dari dialer. Istilahnya yang benar adalah inreyen motor baru. Kalau motor baru memang wajib di inreyen, tapi juga bagi anda pemakainya. Maksutnya adalah bagaimana membawa atau reyen sepeda motor baru yang benar. Apalgi bro/sis juga baru latihan mengendarai.
Sangat berbahaya bila motor tidak inreyen, bisa berakibat fatal pada mesin. Tapi, bila sobat tidak menginreyenkan diri, bisa nyusruk terjatuh dari motor. 

Pastinya motor baru begitu berbeda dengan motor bekas yang mungkin telah kawan gunakan.  Apalagi bila usia atau umur pakai motor lama brother sudah lebih dari 5 tahun. Nah..karena itu sebagai pengguna harus adaptasi pelan-pelan minimal selama 30 menit. Dengan ini bisa menghindari salah inreyen. Begini lebih jelasnya. cara inreyen motor baru yang baik.


Pertama, pahami putaran gas. Seberapa banyak gas diputar, tenaga motor sudah keluar. Khususnya motor yang tidak dilengkapi takometer atau penunjuk putaran mesin.
Setiap motor pasti berbeda. makanya, buka gas secara perlahan. Buka gas secara perlahan dan rasakan tenaganya. Gas ditarik seperdelapan, seperempat atau atau bahkan setengah. Rasakan berapa tenaga yang disemburkan. Ini penting untuk memberi feeling ente terhadap tenaga motor.

BACA JUGA :  Memilih Motor Sport yang Cocok

Perlu ditahui bahwa tarikan gas pada motor baru sangat responsif, tidak seperti motor bakas Pada motor bekas cenderung lambat menggapai tenaga bawah. Ini karena beberapa komponen di mesin sudah mengalami keausan.

Pengereman. Pada bebek dan sport, rem pada tangan dan kaki. Pada skubek, semuanya di tangan. Feeling mesti dilatih. Seberapa kuat menginjak rem motor akan berhenti.
Jika ngerem terlalu kuat, motor akan sliding, terlalu lemah, motor ogah berhenti. Setiap motor pasti berbeda. Demikian juga dengan rem depan. Latihlah dengan dua jari tangan. Seberapa kuat menekan tuas rem motor akan berhenti dengan aman. Bukan secara mendadak berhenti.

Menguasia handling, setiap motor punya jarak stang berbeda, juga ketinggian setang. Jarak jok ke setang juga tidak sama. Ini yang membuat handling motor jadi berbeda. Ada yang berkarakter turing sehingga setang agak tinggi, ada karakter sport yang memaksa kita harus sedikit rada menunduk.

Untuk melatih handling, cobalah riding dengan zig-zag. Ini untuk melatih keluwesan dan kelenturan badan mengendalikan motor. Semakin kita luwes, semakin menyatu kita dengan motor.  Hal ini juga melatih reflek saat menghindari lubang atau ketika motor diajak meliuk di tengah kemacetan.

BACA JUGA :  Penyebab & Solusi Satria Fu Berisik

peduli masalah motor Baca juga Cara Inreyen  Motor yang Benar